Lantamal IV Lakukan Panen Raya Kerapu dan Penyerahan Sembako

Danlantamal IV bersama pemilik Tambak Panen ikan kerapu cantang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )
Danlantamal IV bersama pemilik Tambak Panen ikan kerapu cantang ( Foto Indrapriyadi/HarianMemoKepri.com )

Tanjungpinang – Dalam rangka ketahanan pangan, Lantamal IV melaksanakan panen raya dan tebar benih ikan kerapu cantang binaan Potensi Maritim ( Potmar ) Lantamal IV di Tanjung Lanjut Kelurahan Kampung Bugis, Jumat ( 17/06 ) siang.

Sebanyak 3000 bibit ikan kerapu cantang dan sebagian sudah disebarkan ke tambak milik kelompok tani Bina Mulya Sejati Kampung Bugis. Kelompok tani tersebut juga merupakan binaan dari Potmar Lantamal IV.

Selain itu, Lantamal IV menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat Tanjung Lanjut dan sekitarnya untuk membantu kebutuhan pokok sehari-hari.

Komandan Lantamal IV ( Danlantamal IV ) Laksma TNI Kemas M Ikhwan Madani, S.Sos., M.Si. menjelaskan ini salah satu keramba jaring apung yang sudah sukses diharapkan bisa menjadi percontohan yang dapat di tiru oleh masyarakat sekitarnya.

“Tujuannya adalah sesuai dengan program pemerintah pemulihan ekonomi nasional ( PEN ) karena pandemic belum berakhir jadi kita mendukung program pemerintah itu sekaligus untuk ketahanan pangan baik masyarakat sekitar kalau hasilnya sukses dan bagus maka tentu akan memenuhi kebutuhan pasar terutama masyarakat Tanjungpinang tidak menutup kemungkinan jika sudah besar sekali bisa di ekspor,” jelas Danlantamal IV.

Ia menambahkan kelompok tani ini sudah lama di bina, Binpotmar itu merupakan perangkat dari Lantamal IV dimana tugasnya melakukan pembinaan potensi maritim. Sejak adanya organisasi Staff Potensi Maritim ( Satpotmar ) di Lantamal mereka melaksanakan pembinaan salah satunya kelompok tani yang melakukan tambak kerapu cantang.

“Memang jenisnya berbeda tidak hanya ikan kerapu saja, karena wilayah kerja Lantamal IV hingga Utara Natuna disana kita memiliki Lanal mereka masing-masing punya petani binaan dengan komunitas berbeda. Jadi kebetulan yang sudah di anggap sukses dan cocok dengan perairan di sini yakni kerapu cantang,” jelasnya.

Sementara itu pemilik Tambak Ikan Kerapu cantang Akim mengatakan untuk pemasarannya wilayah Batam sampai Singapura tapi kalau untuk lokal masih kurang peminatnya paling banyak di Batam.

“Kalau semenjak Covid harganya sangat menurun penjualan terakhir itu harganya Rp 75 ribu per kilo biasanya sebelum Covid ukuran besar Rp 110 ribu per kilo,” ujar Akim.

Pada umumnya, Akim mengungkapkan, kerapu cantang panen setahun sekali berbeda dengan ikan lain karena besarnya itu lebih cepat ketimbang kerapu – kerapu lainnya.

“Sekali panen itu kadang-kadang 4-5 ton rata-rata seperti itu. Kerjasama dengan masyarakat itu mereka kan pelihara sendiri keramba oleh sebab itu mereka menerima bibit yang sudah di tebarkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.